Friday, July 13, 2007

Niat

N I A T

Syarat diterimanya amal ada 2 macam, yaitu ikhlas karena Alloh Ta’ala, dan Mengikuti petunjuk/tuntunan Rasulullaloh Sholallohu ‘alaihi wa salam. Niat, masuk dalm katregori ikhlas. Setiap amal seseorang tidak akan terlepas dari niat. Seorang berkata didalam hatinya bahwa habis makan akan mandi hal ini menunjukkan bahwa ia telah berniat untuk mandi. Seseorang berangkat dari rumah untuk sholat maghrib di masjid maka hal ini menyatakan bahwa ia telah berniat untuk sholat maghrib. Sehingga niat (an-niyah) dapat didefinisikan sebagai keinginan atau kehendak hati (al-qashdu).

Lalu bolehkah kita mengucapkan niat di lesan, bukankah ini perbuatan yang bagus untuk membantu menambah kekhusyukan kita didalam beribadah, seperti ketika akan sholat dengan membaca usholli fardho.....?. Niat adalah amalan hati maka niat bukanlah perkataan "nawaitu" ataupun "ushollii". Para ulama menyatakan bahwa melafazhkan niat termasuk bid'ah yang munkar, karena perbuatan ini tidaklah terdapat didalam Al-Qur'an dan tidakpula di dalam Sunnah Rosululloh sholallohu 'alaihi wasallam. Sedangkan telah kita ketahui bahwa asal dari suatu ibadah adalah haram kecuali ada dalil yang memerintahkannya (lihat Qawaid wa Fawaid min Arbain An-Nawawiyah).

Rosululloh adalah orang yang paling tahu dengan kebaikan tetapi beliau tidak mengamalkannya, lalu apakah kita akan berkata bahwa kita lebih mengetahui kebaikan daripada Rosululloh???

Kedudukan Niat dalam amal:

Di dalam Islam niat mempunyai kedudukan yang penting, sah ataupun tidaknya suatu amal dilihat dari niatnya . Di dalam amal niat berfungsi :

1. Sebagai pembeda antara ibadah dengan adat (kebiasaan)

Maka yang membedakan kita di dalam melakukan suatu amal adalah niat kita. Boleh jadi seorang beramal yang sama tapi satunya mendapat pahala dan satunya tidak mendapatkan pahala disisi Allah Ta'ala. Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam, "Sesungguhnya setiap amal bergantung pada niatnya dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan amalanya"(diriwayatkan Bukhori dan Muslim)

2. Sebagai pembeda antara ibadah yang satu dengan yang lain

Seseorang datang ke Masjid jam 4 pagi kemudian dia sholat dua rokaat, Apakah dia telah melakukan sholat shubuh? Maka hal ini dilihat sholat 2 rokaat tadi niatnya untuk sholat apa jika ia telah berniat sholat shubuh maka ia telah tercatat melakukan sholat shubuh, tapi jika niatnya bukan sholat shubuh tapi sholat rawatib qabliyah maka ia masih punya kewajiban untuk melakukan sholat shubuh. Hal ini juga berdasarkan hadits diatas bahwa setiap amal tergantung pada niatnya.

Didalam berniat yang sangat perlu diperhatikan adalah hendaknya niat itu ditujukan hanya pada Alloh Ta'ala saja dengan kata lain ikhlash. Karena percuma seorang telah beramal sekian banyak tapi jika tidak ikhlash maka hal ini tidaklah diterima disisi Alloh Ta'ala. Karena pentingnya ikhlash ini banyak ayat Al-Quran memeintahkan manusia untuk berbuat ikhlash didalam setiap ibadahnya diantara lain dalam surah Al-Bayyinah ayat 5 Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya "Padahal Mereka tidaklah disuruh kecuali untuksupaya menyembah Allah dengan memunikannketaatan kepada-Nya (mengikhlaskan amal untuk Allah saja)".Dan Sabda Rosululloh sholallohu 'alaihi wa sallam "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla tidak menerima suatu amal kecuali dia niatkan amal nya untuk mencari wajah Allah" (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Nasai dengan sanad jayyid ).

Semoga Alloh memberikan taufik dan hidayah-Nya untuk mengikhlaskan seluruh amal ibadah kita kepada Alloh Ta'ala. Wallohu a'lam

Thursday, May 31, 2007

Salut tuk Bang Yos

Salut tuk Gubernur DKI, Bang Yos

Kemaren tersiar berita di TV2, ttg kunjungan Bang Yos ke Austalia, tepatnya di Negara Bagian New South Wales, atas permintaan pemerintah Australia dalam rangka urusan kerjasama. Akan tetapi yang terjadi saat Sutiyoso sedang berada di kamar hotelnya, dua orang polisi Federal Australia masuk ke kamarnya dengan menggunakan kunci master milik hotel. Menurut Bang Yos, dua polisi Australia tiba-tiba meminta dirinya hadir dalam sidang pengadilan untuk kasus di Balibo, Timor Timur (Menurut Sutiyoso, timnya bukanlah tim berkode sandi Susi, namun Ummi). Permintaan itu tak dipenuhi Sutiyoso dan dianggap sebagai pelecehan terhadap dirinya sebagai pejabat negara. Sementara dalam jumpa pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, dia menduga yang terjadi terhadap dirinya karena informasi yang tak akurat, terutama berkaitan tugasnya di Timtim dulu.

Akibat peristiwa tak mengenakkan itu, Sutiyoso kemudian merekomendasikan hubungan sister city antara Jakarta dan Kota Sydney, New South Wales yang terjalin sejak tahun 1994 ditinjau ulang. Dia beralasan, peristiwa yang dialaminya mencerminkan arogansi Australia terhadap Indonesia. Selain itu Sutiyoso juga meminta pemerintah Australia untuk minta maaf atas insiden itu.

Terlepas dari terlibat atau tidaknya Bang Yos dalam peristiwa itu, Saya sangat salut kepada bang Yos, karena tidak semua pejabat di negeri ini bisa bertindak begitu.. Setelah merasa dilecehkan, beliau langsung mempercepat kunjungan dan membatalkan beberapa pertemuan, bahkan meminta pemerintah Australia tuk minta maaf.. Salut dah buat Bang Yos...

Wednesday, May 30, 2007

Free e-book

Download Free e-book

Bagi teman2 yang suka download/yang lagi cari gratisan ebook, aku punya alamat download gratisan ebook. Coba saja di situs ini: http://www.toebook.com .

Kategorinya lumayan banyak koq… Coba saja dibuka.. Oia, file nya dalam format PDF atau CHM

Dah dulu ya.. Kalo ada yan gtau alamat download gratisan ebook, tlg tambahi di comment artikel ini ya.. Thx b4

ToReN = YanTO keREN

Penghuni Lab

Enaknya Jadi Penghuni Lab

Tau ga enaknya jadi penghuni Lab??? Yang jelas selain dapat fasilitas alat2 tuk ngerjain TA, seperti osiloskop, AFG dan Frequency Generator yang ga mungkin kita beli sendiri, kita juga dapat fasilitas tambahan, yaitu ngenet 24jam sehari, 7 hari seminggu non stop dengan unlimited access… (asal internetnya ga dimatikan sama admin) Bayangin saja kecepatan downloadnya bisa sampe 300 kBps.. Jadi download file 131 MB Cuma 10 menit.. Bayangin, Cuma 10 menit tok.. Kalo di warnet2, 10 menit paling Cuma bisa tuk download 10 MB (itupun dah bersyukur…). Yah emang siy, ga selamanya 300 kBps.. yang jelas kecepatan download minimal rata2 10 – 40 kBps kalo siang/jam rame. Kalo jam malem/jam2 sepi bisa sampai diatas 70 kBps.. Lumayan kan..

ToReN = YanTO keREN

Wednesday, May 23, 2007

Sahabat pengkhianat

Sahabat

Sahabat tempat kita berbagi susah...

Sahabat tempat berbagi derita...

Sahabat tempat berbagi duka...

Sahabat tempat kita bersandar dikala kita susah...

Sahabat berguna jika kita menderita...

Sahabat kita kunjungi jika kita sedang berduka

Malangnya menjadi seorang sahabat yang loyal...

Sahabat yang hanya berguna disaat-saat susah...

Sahabat yang dicampakkan ketika derita sudah hilang...

Habis manis sepah dibuang...

Saya kira tidak berlebihan apa yang saya tulis dalam beberapa baris di atas. Terkadang kita begitu jahat memperlakukan teman, bahkan sahabat kita. Seringkali kita begitu dekat kepada teman kita (terutama) disaat kita butuh bantuannya. Namun ketika kita sudah tidak membutuhkan bantuannya, kita meninggalkan teman kita begitu saja.. Habis manis sepah dibuang.

Mungkin jika sekedar hubungan pertemanan hal itu sudah biasa dan tidak terlalu “sakit hati”. Yang jadi masalah adalah jika yang melakukan hal itu adalah seseorang yang kita anggap sebagai teman akrab/sahabat karib kita. Tentu saja rasanya akan sangat lain. Hati kita yang merasa “dikhianati“ oleh sahabat jauh lebih sakit daripada dikhianati teman biasa.

Seringkali kita jumpai ada orang yang begitu perhatian dan begitu baiknya kepada sahabatnya, apa yang sahabatnya perlukan dia bantu mendapatkannya walau sahabatnya tersebut tidak meminta bantuannya. Seseorang yang mendahulukan kepentingan sahabatnya di atas kepentingan dirinya sendiri... Namun tak jarang juga kita jumpai, balasan dari sahabat yang mendapatkan perlakuan baik itu justru sebaliknya. Sahabat tersebut memang dekat dikala dia sedang kesusahan/menderita/butuh bantuan, tetapi giliran penderitaan/kesusahan yang dia alami sudah hilang, dia begitu saja “menghilang” dan mencampakkan sahabatnya tersebut... dan hanya kembali ke sahabatnya itu jika dia mengalami penderitaan/kesusahan lagi...

Masih adakah orang yang tega berbuat seperti itu?? Tentu saja masih. Jujur saja, aku beberapa kali diperlakukan seperti itu. Tapi bagiku tak ada kata dendam. Memang terkadang aku ingin membalasnya, dalam artian mau meninggalkanya/menjauhinya. Tapi apa untungnya bagiku. Jika aku melakukan seperti itu, berarti aku lebih jahat daripada orang yang aku balas. Bukankah balas dendam selalu berbuat lebih kejam daripada apa yang telah diperbuat terhadap kita. Selain Alloh melarang kita balas dendam sekalipun terhadap orang yang telah berbuat jahat kepada kita, jika kita berniat menjauhi teman kita, berarti kita telah memutus tali hubungan silaturrohmi, tentu saja dosanya jadi semakin besar... Alhamdulillah, saya masih bisa berpikir jernih, dan semoga selamanya bisa berpikir jernih untuk membedakan yang baik dan yang buruk. Soal teman/sahabat yang mau seenak hatinya memperlakukan teman/sahabatnya itu urusan Alloh, biar Alloh yang menghakiminya. Syukur2 kita bisa memaafkan kesalahan sahabat/teman kita yang berbuat demikian. Bukankah ada sahabat Nabi yang dijamin masuk surga, padahal amalnya biasa saja, hanya ibadah2 yang wajib. Ingat kisahnya? Seperti yang disampaikan ibnu Umar, kisahnya kurang lebih sebagai berikut: Suatu ketika Rasulullah SAW bersabda (kurang lebih), sebentar lagi ada ahli surga yang datang. Tak berapa lama kemudian datanglah si fulan. Kejadian tersebut berulang 3x berturut2. Kemudian ibnu Umar menyelidiki si fulan tersebut. Ibnu Umar menemui si fulan dan menceritakan kalo beliau (ibnu Umar) sedang ada masalah dengan ayahnya, jadi beliau meminta diizinkan menginap di rumah si fulan tersebut. Tanpa keberatan si fulan mengizinkan ibnu Umar menginap di rumahnya. Selama menginap di rumah si fulan tersebut, ibnu Umar menyelidiki amal ibadah yang dilakukan si fulan, yang menyebabkan Rasulullah SAW menggolongkan si fulan termasuk ahli surga. Selama menginap itu pula ibnu Umar tidak menjumpai amal ibadah yang istimewa pada diri si fulan. Bahkan si fulan tidak melakukan sholat malam, si fulan hanya melakukan ibadah wajib saja. Setelah beberapa hari menginap dan menyelidiki, akhirnya ibnu Umar mengatakan yang sesungguhnya kepada si fulan. Ibnu umar mengatakan kalo sebenarnya beliau telah berbohong. Sebenarnya beliau tidak ada masalah dengan ayahnya. Beliau menginap di rumah si fulan hanya untuk menyelidiki amal ibadah apa yang dilakukan si fulan, yang menyebabkan si fulan digolongkan penghuni surga oleh Rasulullah SAW. Setelah mengatakan yang sebenarnya, kemudian ibnu Umar bertanya kepada si fulan apakah si fulan punya amalan istimewa. Mendengar pertanyaan ibnu Umar tersebut, si fulan menjawab bahwa sesungguhnya dia tidak punya amal/ibadah yang istimewa, hanya saja tiap kali sebelum tidur, si fulan memaafkan semua kesalahan2 saudara2nya/teman2nya yang diperbuat terhadapnya.